Mengelola Perubahan Suku Bunga
Pilihan Trump untuk Federal Reserve: potensi pengaruh nominasi Warsh
Presiden Trump telah menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Mantan gubernur Federal Reserve berusia 55 tahun itu akan menggantikan Jerome Powell mulai 15 Mei. Dari perspektif kebijakan, ekonomi, dan pasar finansial, terdapat delapan poin penting yang dapat dicermati.
1. Profesional yang disegani dan dianggap lebih agresif
2. Ortodoks tetapi pragmatis, dan optimis terhadap sisi penawaran
Warsh mendukung sistem dengan “narrow central bank”, perbankan sentral yang lebih likuid, yang berfokus pada inflasi dan lapangan kerja, serta lebih cenderung pada jejak kuantitatif yang lebih kecil di luar krisis. Ia berpandangan skeptis terhadap pemodelan makroekonomi standar dan lebih menekankan dinamika sisi penawaran yang berpandangan ke depan, dengan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan perekonomian dan peningkatan produktivitas berbasis teknologi. 2 Ia berargumen bahwa neraca keuangan yang lebih ketat akan mempertajam kejelasan kebijakan dan memfasilitasi suku bunga yang lebih rendah. Selain itu, ia menganggap bahwa kenaikan inflasi pasca-pandemi merupakan sebuah pilihan kebijakan dan bukan sekadar guncangan penawaran di luar prediksi, dan ini menunjukkan keterbatasan toleransi terhadap lonjakan inflasi. Ini membuat Warsh kerap bersikap lunak, tetapi agresif secara struktural.
3. Mendukung kemandirian, tetapi meminta pengaturan ulang institusi
Warsh adalah pendukung kuat kemandirian bank sentral, yang ia anggap sebagai cara untuk memberikan hasil kebijakan yang sesuai target, alih-alih sekadar membuat kebijakan. Ia berargumen bahwa meningkatnya dominasi bank sentral dan perluasan tugas yang tidak terkendali sejak krisis finansial telah berkontribusi terhadap kesalahan kebijakan yang sistematis. Untuk menjaga kemandirian dan memitigasi risiko erosi kredibilitas yang lebih jauh, ia lebih menyukai komunikasi yang efisien, mengurangi penekanan pada proyeksi jangka pendek dan ketergantungan pada data, menghentikan arahan eksplisit ke depan, dan mengurangi interpretasi bernuansa politis atas mandat ini, termasuk tema-tema terkait iklim atau lapangan kerja inklusif.
4. Dampak kebijakan jangka pendek terbatas
Meskipun Ketua the Fed memegang peran menonjol, keputusan tetap ditentukan oleh komite. Warsh mungkin akan kesulitan meyakinkan FOMC untuk mengendurkan kebijakan kecuali jika inflasi bergerak lebih jelas ke arah target atau pasar tenaga kerja makin melemah. Saat Warsh menggantikan posisi Stephen Miran, FOMC juga kehilangan anggota terkait Trump yang paling longgar. Kami memprediksikan akan ada pemangkasan suku bunga terakhir dalam siklus ini, pada Q2.
5. Nominasi bukan berarti konfirmasi cepat
Konfirmasi senat belum pasti. Senator Partai Republik, Thom Tillis, telah bersumpah akan menentang konfirmasi di Komite Perbankan hingga investigasi Departemen Kehakiman terhadap Jerome Powell selesai. Karena kubu Partai Republik hanya memiliki perbedaan suara yang tipis, pendirian ini dapat memblokir proses konfirmasi. Namun demikian, kami perkirakan dukungan kuat kepada Warsh dari Partai Republik di Senat akan membuatnya bisa menduduki jabatan tersebut pada bulan Mei.
6. Tekanan politik akan terus ada
Meskipun terkadang bersikap lunak, pendirian Warsh yang secara struktural konservatif serta kekhawatiran terhadap proyeksi fiskal saat ini mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan preferensi Presiden Trump terhadap suku bunga yang jauh lebih rendah. Tekanan politik sepertinya hanya akan berjeda sebentar. Jika Warsh gagal memenuhi harapan, ketegangan dapat cepat meningkat, seperti yang telah dialami Powell. Menyeimbangkan tuntutan Presiden tanpa mendorong inflasi atau memicu volatilitas pasar akan sangat sulit dilakukan.
7. Ketahanan institusional dan kemandirian kebijakan moneter tetap menjadi kunci
Nominasi Warsh merupakan sinyal konstruktif, tetapi ancaman terhadap kemandirian Federal Reserve terus ada. Perombakan Dewan Gubernur, dan pada akhirnya juga FOMC, selain tertundanya pemecatan Gubernur Cook dan tuntutan hukum terhadap Powell dapat mempertinggi politisasi. Karena peran utama Federal Reserve dalam ketersediaan likuiditas global, timbulnya persepsi bahwa alat utama seperti jalur pertukaran dolar atau fasilitas repositori Otoritas Moneter Asing dan Internasional (FIMA) dipengaruhi oleh politik dapat mengganggu kepercayaan terhadap sistem berbasis dolar dan meningkatkan risiko finansial global. Pengalaman Federal Reserve akan menjadi ujian penentu ketahanan institusi AS secara lebih luas seiring pemerintahan terus menguji batas-batas kekuasaan eksekutif.
8. Implikasi bagi Pasar: tidak selonggar yang diharapkan
Warsh adalah kandidat yang paling tidak bersikap lunak dari sejumlah kandidat utama, terdapat kemungkinan pendirian kebijakan jangka menengah yang kurang akomodatif dari yang diperkirakan, terutama terkait upaya kuantitatif dan jejak Federal Reserve di pasar obligasi. Pada saat bersamaan, nominasi ini mengurangi kekhawatiran terkait erosi cepat kemandirian Federal Reserve, yang merupakan faktor pendukung pasar aset.